
Kita pernah berbagi sepiring nasi
saat tangan tak sabar merobek kalender yang
tergantung di dinding kamar kita
Kita pernah berbagi air mata
mengumpulkannya dalam panci kepedihan
dan mendidihkannya di atas tungku persahabatan
hingga air mata itu berubah menjadi uap air
uap air yang kita pakai membasuh muka setiap pagi
Kita pernah berbagi doa
saat kita merasa Tuhan tidak pernah mencatat
nama kita di buku hariannya
Di doamu namaku kau sebut
di doaku namamu kusebut
Kita pernah berbagi segala hal
Dan baru kini kutahu
kita juga pernah berbagi tubuh
seorang lelaki
tanpa pernah kau minta ijin padaku!
alangkah tragis.....! saya sedih membacanya...
BalasHapus@Horas:
BalasHapusHe he
Terima kasih sudah mampir.