Kamis, 24 Juni 2010

Kenanglah Aku

Jangan pernah menyesal
Karna waktu mengijinkanmu mengenalku sangat
Aku telah menyulap duniamu menjadi ajaib
Kenang aku dalam langkah yang berirama

Jangan pernah melupakan
Bahwa kita pernah teramat dekat
Bersama menunggu munculnya pelangi sore
Setelah lelah menarikan kisah di bawah panah hujan

Kau pernah menganggapku kesempurnaan
Aku pernah menganggapmu keajaiban
Kita pernah hanyut dalam segala keindahan
Hanyut dalam mimpi yang kelak harus terjadi

Jabat erat tanganku
Pastikan tak setetes air matapun yang terjatuh
Mari kita simpan saja dulu kenangan kita
Kelak,
Ketika kita berjumpa lagi
Kuharap masih ada yang tersisa

Selamat berpisah
Sahabat sejati sekaligus kekasih rahasia hatiku
‘kan kukenang engkau sebanyak tetes gerimis di luar jendela kamarku
Dan kenanglah aku sebagai cerita malam-malam sepimu.

0 komentar:

Poskan Komentar